BAKAT adalah anugerah Tuhan yang tidak ternilai harganya. Jika bakat dapat diasah secara maksimal, bakat bisa dijadikan modal besar untuk meraih kesejahteraan hidup yang menjadi impian setiap orang. Tapi, tidak sedikit orang yang harus kecewa hingga frustrasi karena tidak memperoleh kesempatan untuk menunjukkan dan mengembangkan bakat yang dimiliki. Lain halnya dengan Tia Inova yang relatif mudah memperoleh kesempatan mengasah bakat, hingga menuai kesuksesan karir.
Awalnya Tia aktif nyanyi dalam kelompok kasidah di kampung halamannya, Muaragembong, Bekasi. Suatu hari, rumahnya dijadikan tempat singgah kelompok tarling dari Indramayu yang sedang manggung di tetangganya. Dari situ dia berkenalan dengan pemain organ Suhartono. Lima belas tahun yang lalu, Tia dan Suhartono menikah. Jodoh dalam pernikahan juga jodoh dalam berkesenian. Di Blok Sukamaju Desa Bogor Kec. Sukra Indramayu, mereka memulai debut sebagai sepasang entertainer.
Suara Tia yang sendu dan jernih cocok membawakan lagu balad, dan sukses. Kesuksesan album Ngitung Dina, dilanjutkan dengan album Mabuk Lanang, Rangda Gembleng, Mancla-mencle, dan yang lagi booming sekarang Wayang Gareng. Kesuksesan itu dsyukuri oleh Tia dengan menjaga kerendahan hati, terus mengasah kemampuan, dan penyempurnaan manajemen kelompok organnya.
“Alhamdulillah semuanya terasa mudah bagi saya. Mertua saya; pelawak Wa Busro, suami, teman-teman artis; Dewi Kirana, Nur Elfathoni, Yusiana Dewi, penyiar radio dan segenap pecinta tarling mendukung karir saya. Makasih semuanya,” ucap Tia yang tidak suka lelaki berkualitas Wayang Gareng, mencla-mencle tidak berpendirian tapi ngakunya sebagai Arjuna. Klambi paris bedah keleke ngaku laris jare deweke.
Sumber: http://tabloid-mh.blogspot.com
Awalnya Tia aktif nyanyi dalam kelompok kasidah di kampung halamannya, Muaragembong, Bekasi. Suatu hari, rumahnya dijadikan tempat singgah kelompok tarling dari Indramayu yang sedang manggung di tetangganya. Dari situ dia berkenalan dengan pemain organ Suhartono. Lima belas tahun yang lalu, Tia dan Suhartono menikah. Jodoh dalam pernikahan juga jodoh dalam berkesenian. Di Blok Sukamaju Desa Bogor Kec. Sukra Indramayu, mereka memulai debut sebagai sepasang entertainer.
Suara Tia yang sendu dan jernih cocok membawakan lagu balad, dan sukses. Kesuksesan album Ngitung Dina, dilanjutkan dengan album Mabuk Lanang, Rangda Gembleng, Mancla-mencle, dan yang lagi booming sekarang Wayang Gareng. Kesuksesan itu dsyukuri oleh Tia dengan menjaga kerendahan hati, terus mengasah kemampuan, dan penyempurnaan manajemen kelompok organnya.
“Alhamdulillah semuanya terasa mudah bagi saya. Mertua saya; pelawak Wa Busro, suami, teman-teman artis; Dewi Kirana, Nur Elfathoni, Yusiana Dewi, penyiar radio dan segenap pecinta tarling mendukung karir saya. Makasih semuanya,” ucap Tia yang tidak suka lelaki berkualitas Wayang Gareng, mencla-mencle tidak berpendirian tapi ngakunya sebagai Arjuna. Klambi paris bedah keleke ngaku laris jare deweke.
Sumber: http://tabloid-mh.blogspot.com
"www.wong-sakurip.blogspot.com"
No comments:
Post a Comment