Kemunculan organ tunggal mengguncang bisnis hiburan di pantura. Acara banting-bantingan harga yang dilakukan oleh seniman yang bermentalitas rendah merusak tata nilai sosial dan harga diri seniman. Panggungan kelompok Erni sempat merosot. Terlebih lagi dari persaingan yang tidak sehat itu, fitnah dihembuskan bahwa Erni Setiawati meninggal dunia dan kelompok tarlingnya bangkrut.
“Erni masih hidup sehat wal afiat. Kelompok Tarling Erni’s Group juga tetap siap melayani panggilan penggemar. Alamat tetap di Blok Sukamulya Desa Bogor Kecamatan Sukra Indramayu,” tutur sinden pelantun tembang kesohor Lanang Sejati, Kembange Rindu dan lain-lain itu.
“Tapi saya trauma manggung di Bedulan Cirebon! Saya takut! Saya dimintai uang, makanan saya diludahi, dan saya sinden yang dikalungi clurit oleh preman!” curhat Erni dengan mata berkaca-kaca teringat kenangan pahitnya. Alhamdulillah masih selamat.
Sumber: http://tabloid-mh.blogspot.com
"www.wong-sakurip.blogspot.com"
No comments:
Post a Comment